Patroli303.com Merupakan Situs Portal Yang Mempunyai Misi Untuk Membongkar Bandar Online Penipu yang Sering Terjadi. Serta Tempat Untuk melaporkan Bandar Online Yang Melakukan Penipuan atau Kecurangan.

Patroli303 : SitusYang Memberikan Infomasi Lengkap Bandar Blacklist dan Info Bandar Online Terpercaya
 TOGELWOWDUA
 TOTOBESAR
 DIATOGEL
 TOTOGENAP
 KEPALATOGEL
 KETUA TOGEL
 TOGELWOW
 EROPA TOGEL
Rekomendasi Patroli303 : Agen Poker Online Terpercaya
POKERWOW GENAPPOKER
SNIPOKER KUMPULQQ
PSPOKER KAKAKDEWAPOKER
KARTUHOKKY PERMATAPOKER

Jumat, 15 Februari 2019

Joko Driyono, Valentine, dan Pertanyaan Pamungkas


PATROLI303 : Joko Driyono, Valentine, dan Pertanyaan Pamungkas

Patroli303 : Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Sepak Bola, Kombes Polisi Argo Yuwono. Argo mengatakan penetapan status tersangka Joko Driyono tersebut menyusul tim gabungan dari Satgas Antimfia Sepak Bola, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya, menggeledah apartemen milik Joko Driyono pada Kamis (14/2/2019), bersamaan dengan momen Valentine atau hari kasih sayang yang dirayakan di seluruh dunia. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari alat bukti baru untuk memperdalam kasus pengaturan skor di sepak bola Tanah Air. Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen. Barang yang disita berupa sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan. Kemudian, ada juga buku tabungan dan kartu kredit, uang tunai (tidak disebutkan nominalnya), empat buah bukti transfer (struk), tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI, dan satu buku catatan warna hitam.

Selanjutnya, satu buku note kecil warna hitam, dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kuitansi, satu bandel dokumen, dan satu buah tablet merek Sony warna hitam. Ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangkat terkait dengan laporan LP omor 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, dalam kasus pengaturan skor dalam kasus pengaturan skor (match fixing). Joko Driyono pun menjadi tersangka ke-12 yang ditetapkan polisi. Sebelumnya 11 orang tersangka berasal dari wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jokdri pernah diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada 24 Januari 2019 lalu. Sehari setelah Jokdri diperiksa, Kompas.com mendapatkan kesempatan wawancara dengan pria asal Ngawi tersebut. Dalam wawancara tersebut, Kompas.com bertanya soal program kerjanya sebagai PLT Ketum PSSI.

Maklum, masih hangat karena Jokri baru lima hari menjabat posisi tersebut setelah Edy Rahmayadi menyatakan mundur dalam Kongres Tahunan PSSI 2019 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Wawancara tersebut berlangsung selama 40 menit dengan 15 pertanyaan yang diajukan. Pada pertanyaan ketiga, Kompas.com menanyakan strategi Jokdri memulihkan citra sepak bola Indonesia di mata dunia setelah tersandung kasus pengaturan skor. Betul. Ini tidak mudah. Namun, kita punya keyakinan bahwa PSSI tidak sendirian. Ada Satgas Antimafia Sepak Bola dan publik memberikan atensi luar biasa. Kami tidak mengelak, kecuali bekerja keras dengan mensinergikan semua stakeholder yang ada. Ada yang bilang revolusi PSSI. Saya setuju itu tapi dalam konteks revolusi pemikiran, revolusi tata kelola, dan kita revolusi kinerja kita. Menurut saya, hanya itu yang bisa kita tekadkan agar trust itu kembali. Bukan pekerjaan membalikan telapak tangan. Sekali saya sampaikan, ini saya harus bertanding di paruh babak kedua. Pak Edy Rahmayadi telah mengantarkan di paruh babak pertama. Kalau durasi 90 menit pertandingan dibagi 4 tahun, kebutulan ini sepertinya di paruh babak kedua. Fokus kita jalankan sebaik-baiknya agar trust itu kembali. Bukan pekerjaan mudah tetapi kita tidak boleh berputus asa. 

Kompas.com pada pertanyaan keempat menanyakan respons Jokdri soal pernyataan Vigit Waluyo yang mengatakan Persija Jakarta dan PSS Sleman sudah disetting juara. Bahkan, Kompas.com memperdalam pertanyaan dengan menantang Jokdri apakah berani mencopot gelar kedua klub bila terbukti bersalah. Sederhana saja. Sistem di PSSI paripurna. Setiap ada dugaan dan indikasi terhadap itu, penegakkan hukum melalui Komisi Disiplin, bahkan ditambah Komite AD Hoc, percayakan bekerja dan diawasi semua. Tapi jangan sampai juga, ini rumor tidak berujung. Soalnya, jangan sampai sepak bola kita tersandera, katanya...katanya tadi.
Share:
KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK KONTAK PATROLI303

HIMBUAN PATROLI303



Patroli303.com - Merupakan sebuah media pengawasan terhadap Agen atau Bandar Judi Online yang sering melakukan kecurangan terhadap member atau player, dan bagi member atau player yang merasa dicurangin oleh BO yang tidak bertanggung jawab segera laporkan kepada kami,
Copyright © Patroli303 | Infomasi Agen Online Blacklist Contact Us : BBM Patroli303 | Line Patroli303 | PATNER PATROLI303