Patroli303.com Merupakan Situs Portal Yang Mempunyai Misi Untuk Membongkar Bandar Online Penipu yang Sering Terjadi. Serta Tempat Untuk melaporkan Bandar Online Yang Melakukan Penipuan atau Kecurangan.

Patroli303 : SitusYang Memberikan Infomasi Lengkap Bandar Blacklist dan Info Bandar Online Terpercaya
 TOGELWOWDUA
 TOTOBESAR
 DIATOGEL
 TOTOGENAP
 KEPALATOGEL
 KETUA TOGEL
 TOGELWOW
 EROPA TOGEL
Rekomendasi Patroli303 : Agen Poker Online Terpercaya
POKERWOW GENAPPOKER
SNIPOKER KUMPULQQ
PSPOKER KAKAKDEWAPOKER
KARTUHOKKY PERMATAPOKER

Minggu, 24 Februari 2019

Patroli303 : Adikku Yang Nakal

Patroli303 : Adikku Yang Nakal
Patroli303 : Adikku Yang Nakal

Patroli303-Nama saya Tohir seorang anak SMU yang doyan banget ngeseks dan jilatin memek cewek.aku punya adik cewek yang bernama fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya.
jika aku kelas 3 SMU,adikku saat ini duduk di kelas 3 smp mau lulus.

Fina di sekolahny termasuk gadis, cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekannya. Aq sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika seorang adikku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri. Pasti kontolku bakalan kacang-nutan.

Singkat kata, adikku fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain. Namun di balik semua itu, menyanyikan “putri” ini sebetulnya berubah sempurna. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aku, kakak laki-laki, yang tahu kepribadiannya sejati. Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan utama. Di hadapanku, dia selalu memikirkan membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastis. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu diterima. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang berlibur panjang. Sebetulnya kami ingin ikut bersama orang tua kami keluar kota, tetapi orang tuaku meminta kami ikut dengan meminta kami membicarakan urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di pemulihan. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk bersenang-senang dengan mengajaknya menonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter dan Ordo Pheonix. Tapi menguntungkanku dibalas dengan air tuba. Bukan hanya dia yang tidak menerima kebaikanku, malah dia yang membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupunir DVD yang diputar di ruang tamu. Tapi pikiranku memulihkan fokus ke film, bagaimana mengembalikan balas dendam adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami menyetujui alasan kami tidak perlu membantu dengan alasan untuk membantu kami di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku memutuskan untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfotokopi tubuhku saat tidur dan menghabiskan untuk adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan bahwa adikku sudah tertidur. Ternyata tidak ada suara TV maupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau setuju sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlian saya sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku punya kit untuk itu kubeli saat sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aku memiliki kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak sulit tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan pelan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam dia tidur formula terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan bernapas masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu halus dan aku bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana itu.

Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan kutang. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik dan akupunli ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun selesai. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu sulit terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aku lupa akan kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah saya harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., Demi Tuhan. Kedua kekuatan kebajikan dan perlindungan berkecamuk di pikiranku.

Akhirnya, karena kupikir aku tidak bisa memutuskan, maka aku memutuskan adik laki-laki di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh merencanakan, tetapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aku bisa melepaskan bebas agar tidak bisa melepaskan permainan setan yang akan segera kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah menantangnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga pendek.

Kemudian aku menundukan adikku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah ini sangat harum, terlihat seperti adikku. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku. Adikku masih tertidur, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk dilakukan. Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang keraguanku. Dengan sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus vagina yang masih sangat rapat namun masih basah itu. Sebuah kamar nyaring bergema di kamar, Aaaggh, aduh… .uuuhh, KAK ADI, APA YANG KAULAKUKAN ?? Adikku terbangun dan menjerit melihatku di bawah sesuai kebutuhan dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi aman dan tahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca.

Sementara pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama khawatir jika aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke Arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan..

Aku tidak menghiraukan semua itu karena kesenangan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. Penisku yang bercinta di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot adikku. Rasanya seperti disedot oleh pembersih vakum. Aku pun segera menggerakkan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit: Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..ka k ... lep..as..kan..pana ss ... sakitt !!Kak..Adii..mengo .. uuhh..yak .. aduh ... tubuhku !!! Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak lagi meronta hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tetapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakkan pinggulku karena aku akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata: Siapa ayahmu? Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukan di dalam, tapi bagaimana kalau adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya. Tiga menit kemudian..crott..crottt..akupu n menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku.

Aku membiarkan penisku di dalam vagina, adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian melepaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tangan saya siap untuk menerima amukan bersiapnya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang mengadapku. Aku melihat ditutup menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasan saya tersalurkan, baru sekarang saya bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat sulit membayangkan bagaimana jika orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh berlalu adikku. Adikku melihat tindakanku dan bertanya: Kak Adi, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah aksi setanmu malam ini? Hentikan ... Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku.

Namun saya sudah memperkirakan ini dan lebih dari sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasi menjauh dari kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut kartu memori dari kameranya dan berkata: Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu mulai sekarang.
Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan lemah. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, mulai malam itu aku berhasil menaklukkan adikku yang bandel ini. Kemudian aku mengeluarkan dia untuk membereskan kamarnya dan mengembalikan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu, saya segera menyuruhnya meminum pil KB yang disediakan dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.

Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama menunggu kepergian orang, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan kecewa dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga senang untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama kompilasi aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk memakannya.

Ketika orang tuaku kembali minggu lalu, aku meminta adikku untuk meminta sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aku melihat wajah adikku yang ingin melaporkan peristiwa yang terjadi selama laporan ini. Aku pun berkata cepat dan berkata pada ibuku: “Ibu, gimana perjalanan ibu? Tunjukan dong FOTOnya kepada kami berdua. ”Ibuku tersenyum mendengar ini dan tidak menyukai apa pun. Tapi adikku menjadi sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia tidak mengatakan apa-apa.

Dari itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan seks aman dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih selesai, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya. Saat dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta orang tuaku untuk mengizinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan maka aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda aku bisa melihat itu adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih binal.
Share:
KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK KONTAK PATROLI303

HIMBUAN PATROLI303



Patroli303.com - Merupakan sebuah media pengawasan terhadap Agen atau Bandar Judi Online yang sering melakukan kecurangan terhadap member atau player, dan bagi member atau player yang merasa dicurangin oleh BO yang tidak bertanggung jawab segera laporkan kepada kami,
Copyright © Patroli303 | Infomasi Agen Online Blacklist Contact Us : BBM Patroli303 | Line Patroli303 | PATNER PATROLI303