Patroli303.com Merupakan Situs Portal Yang Mempunyai Misi Untuk Membongkar Bandar Online Penipu yang Sering Terjadi. Serta Tempat Untuk melaporkan Bandar Online Yang Melakukan Penipuan atau Kecurangan.

Patroli303 : SitusYang Memberikan Infomasi Lengkap Bandar Blacklist dan Info Bandar Online Terpercaya
 TOGELWOWDUA
 TOTOBESAR
 DIATOGEL
 TOTOGENAP
 KEPALATOGEL
 KETUA TOGEL
 TOGELWOW
 EROPA TOGEL
Rekomendasi Patroli303 : Agen Poker Online Terpercaya
POKERWOW GENAPPOKER
SNIPOKER KUMPULQQ
PSPOKER KAKAKDEWAPOKER
KARTUHOKKY PERMATAPOKER

Selasa, 26 Februari 2019

Patroli303 : Waktu Yang Mempertemukan Kami Kembali

Patroli303 : Waktu Yang Mempertemukan Kami Kembali
Patroli303 : Waktu Yang Mempertemukan Kami Kembali

Patroli303
-Peristiwa ini terjadi, kompilasi David selama 36 tahun. David adalah ayah yang memiliki 3 orang anak, David bekerja di bidang medis, dan kini tinggal di Jakarta Selatan. Wajahnya lumayan tampan, sedangkan istri David berkulit hitam dengan tinggi sekitar 165 cm, rambut lurus dan halus. Kehidupan seks David selama ini sangat normal, Bahkan David termasuk laki-laki yang memiliki selera terkait seks yang tinggi. Tidak hanya sekarang, bahkan sejak David 17 tahun pada saat dia tumbuh dewasa.

Disuatu malam yang dingin, David sengaja menghabiskan waktu untuk bermesraan bersama, mereka berdua duduk bersama dengan pangkuan, David membuka rambutnya dan bergerak ke leher, istri melenguh, mencari dan mencoba penis yang sudah tegang kembali celananya. Tangan kanan david kemudian bergerak turun dari leher ke arah pinggul, berbicara bergeser dari pangkuannya, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. kamu tahu apa ?, ternyata tidak menggunakan CD.

Sementara dengan istri, David harus mendapatkan kepuasan, tetapi sebagai laki-laki normal, David juga memiliki fantasi melakukan hubungan seks dengan wanita lain. David akan sangat senang dengan perempuan yang kurus, tinggi, ramping dan memiliki payudara yang tidak terlalu besar, itulah sebabnya perempuan menjadi idaman David. Menjelang Hari Valentine, David teringat peristiwa 5 tahun yang lalu, dan David mencoba untuk menuangkan dalam sebuah tulisan.

Antara 1997 - 1998 aku diberi tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat tidak asing bagiku karena aku memuji dan dibesarkan. Aku memutuskan untuk tinggal di asrama karena aku tidak ingin merepotkan kerabatku, toh juga hanya enam bulan ?. Setelah sampai di asrama saya langsung membawa pakaian laki-laki - pakai saya ke lemari dan buku - buku yang saya bawa terlihat masih sangat rusak, mudah saya bawa semangat pendorong untuk melakukan pekerjaan yang melelahkan ini. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi. Dalam pikiranku, Aku tidak bisa seperti ini terus ..

Keesokan harinya aku sedang mencari teman - teman lamaku yang dulu ada di kota ini, satu - persatu mereka aku telepon. Singkatnya, ternyata aku telah kehilangan kontak dengan mereka, nomor ponsel mereka sudah tidak aktif. Hanya ada satu yang masih aktif, dia adalah Hani, usianya lebih tua dariku, Hani sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dulu kami pernah dekat, sering bersama saat belajar kelompok.

Bahasa Cina, cukup tinggi untuk seorang wanita, berkulit putih dan berdada rata. Awalnya kita berdua hanya melakukan telepon satu sama lain, berdiskusi, makan dan pergi bersama, sampai suatu hari (pada pertengahan Februari) dia menelponku sambil menangis tersedu - sedu dan dia mengatakan ingin bertemu denganku.
"Mas bisa gak ketemu aku mau cerita"
"Bisa,baiklah kita ketemu ditempat biasa"

aku pergi menemuinya, setelah bertemu Hani mengundangku pergi kerumahnya. Aku tidak bisa melakukan ini, aku tidak ingin membuat keruh bersama suamimu, ucapku untuk Hani. Tidak apa - apa, ayo pergi bersamaku, ucap Hani. Dalam perjalanan kami berbicara macam - macam mulai ilmiah, politik, sampai hal - hal yang kotor.

Mas, kapan kamu akan pergi ke Jakarta? Dia bertanya jadwal aku untuk pulang ke rumah setiap bulan. minggu depan emang kenapa? tidak apa-apa sih pengen nanya aja.
masa sih cuma pengen nannya aja? pengen yang baring baring kan ? mau coba?
dasar ngeres aja dipikiran mass hehehe....

setelah tiba ditempat tujuan disebuah rumah yang tidak saya mengerti hani membuka pintu.
ini rumah siapa ? serambi kotor penuh debu kaya beberapa hari tidak disapu kebangetan deh. tanyaku heran.

Ini rumah orang tuaku, kemarin abis dikontrakin, sekali lagi aku kesini dan bersihnya ”, jawabnya sambil masuk ke rumah gak terawat tersebut.
Sebentar ya, aku mau masukin mobil dan segera kembali lagi.

Dalam pikiranku, Meskipun teras penuh debu kotor, namun rumah ini gak pengap……. Cukup nyaman, furniturnya juga masih bagus.
Hani mempersilahkanku duduk, sementara dia menyaapu teras depan rumah tersebut.
Anggap aja rumah sendiri mas, gak usah sungkan… .. Aku mau bersih - bersih bentar, 'katanya.
Iya, ini rasanya udah kayak dirumah sendiri bersama istri sendiri,kataku sedikit menggodanya.

Terserah deh, eh aku mau mandi dulu? Ucap Hani. Otakku mengeluarkan pikiran ngeres, ngebayangin lekukan payudara Hani yang terlihat jelas dibalik baju transparan yang diperlukan sehingga putingya terlihat sedikit menyembul.

Ngomong - ngomong ada apa memintaku datang ke tempat ini? Apakah kamu punya masalah yang serius, masalah apa? Aku bertanya lebih lanjut tanpa basa - basi, ia pindah tempat duduk kesebelahku Masalah keluarga mas…  Katanya.
apakah itu tentang seks?

Ah kamu tetep aja kaya dulu mas, sableng, dan tidak jauh dari yang gitu - gituan ... ... Tapi ada benernya sih ... .. Meskipun tidak langsung, jawabnya.
Kemudian Hani menceritakan panjang lebar, intinya adalah rasa tidak puas, sikap otoriter setuju dan selalu menolak kompilasi ada ketidaksepakatan dengan pada suatu masalah.

Aku bener - bener sudah capek, Mas Sony, suamiku, selalu berpihak sama dengan, kompilasi, aku, menjawab, dengan mertua, sebaliknya, mertuaku mengomel habis - habisan. Terisak ia berhasil menceritakan kisahnya.
Saat aku pulih, dia hanya terdiam, kemudian berkata lembut. Aku mengangguk dan cepat - cepat puas dan membelai rambut lembut sebahunya. Aku mencium keningnya dengan lembut, Hani mendongak dan berbisik lembut, Mas, aku butuh dukungan, terima kasih sayang dan belaian mesra.

Pada saat aku bisa hanyut dengan pemikiran yang diciptakannya, jadi tanpa canggung aku mencium, kemudian hidungnya, Hani menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hani berdiri dan berkata pelan sambil memelukku, pegang erat - erat, aku milikmu sekarang.

Dengan lembut aku mencium bibirnya lagi. Kami berpelukan seperti bertemu kekasih yang baru bertemu setelah berpisah lama dengan segunung kerinduan. Setelah itu kami berdua kembali duduk.

Dengan posisi Hani duduk di pangkuan, aku terus bergerak rambutnya dan bergerak tanganku di lehernya, Hani melenguh, dipindahkan mencari dan mencoba memperoleh penis yang sudah tegang keluar celanaku. Tangan kananku kemudian bergerak dari leher ke arah pinggul, Hani bergeser turun dari pangkuanku, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. Kamu tahu apa ?, Ternyata Hani tidak menggunakan CD.

Share:
KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK KONTAK PATROLI303

HIMBUAN PATROLI303



Patroli303.com - Merupakan sebuah media pengawasan terhadap Agen atau Bandar Judi Online yang sering melakukan kecurangan terhadap member atau player, dan bagi member atau player yang merasa dicurangin oleh BO yang tidak bertanggung jawab segera laporkan kepada kami,
Copyright © Patroli303 | Infomasi Agen Online Blacklist Contact Us : BBM Patroli303 | Line Patroli303 | PATNER PATROLI303